Selasa, 09 Maret 2010

MASALAH LINGKUNGAN GLOBAL “PENYAKIT ITAI-ITAI AKIBAT POLUSI KADMIUM (Cd)”

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul ‘MASALAH LINGKUNGAN GLOBAL “PENYAKIT ITAI-ITAI AKIBAT POLUSI KADMIUM (Cd)”” ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Pada dasarnya, saya selaku penulis menyadari akan adanya keterbatasan yang dimiliki dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi isi maupun penulisannya sehingga saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.
Dalam kesempatan ini pula, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu dan memberikan masukan, saran serta kritik dalam proses penyusunan makalah ini. Demikian pengantar dari saya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Banjarbaru, Februari 2010
PENULIS

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Batasan Masalah 1
1.4 Tujuan Penulisan 2
1.5 Metode Penulisan 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
2.1 Kadmium 3
2.1.1 Sejarah 3
2.1.2 Kegunaan 3
2.1.3 Sifat-sifat 4
2.1.4 Kesenyawaan Cd 5
2.1.5 Keterangan Unsur 6
2.2 Toksikositas 7
BAB III PEMBAHASAN 10
3.1 Penyebab 10
3.2 Gejala 12
3.3 Aksi Hukum 12
3.4 Kerugian Ekonomi 13
BAB III PENUTUP 14
DAFTAR PUSTAKA 15

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pengunaan berbagai macam unsur tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh pada kawasan industri yang tidak mungkin lepas dari penggunaan unsur baik logam maupun non-logam. Seperti halnya salah satu logam berat yaitu Kadmium (Cd) yang dapat dengan mudah ditemukan di limbah berbagai jenis pertambangan logam selain itu dapat juga ditemukan dalam perairan baik di dalam sedimen maupun di dalam sistem penyediaan air minum.
Cadmium (Cd) adalah salah satu logam berat yang keberadaanya patut mendapat perhatian khusus karena secara luas terdapat dilingkungan baik sebagai pencemar atau sebagai komponen dalam rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu sistem organ yang yang merupakan target dari Cd adalah sistem reproduksi, khususnya pada individu jantan.
Seperti yang telah terjadi di Toyama, Jepang, kadmium menyebabkan keracunan karena kadmium di cemarkan ke sungai oleh pertambangan perusahaan-perusahaan di pegunungan. Hal tersebutlah yang menyebabkan timbulnya penyakit Itai-Itai di Jepang .

1.2 Rumusan Masalah
Apabila ingin membicarakan “Penyakit Itai-Itai yang di sebabkan oleh Kadmium (Cd)”, mau tidak mau harus memulainya dari permasalahan Kadmium (Cd) itu sendiri. Oleh karena itu, berbagai macam informasi mengenai Kadmium dan Penyakit Itai-Itai, akan dikumpulkan dan selanjutnya akan dipaparkan sesuai dengan kemampuan penulis.

1.3 Batasan Masalah
Adapun permasalahan yang penulis bahas hanya mengenai Kadmium beserta toksikositasnya dan penyakit yang disebabkan oleh Kadmium (Cd) yaitu penyakit Itai-Itai.

1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui kandungan dari Kadmium (Cd) yang menyebabkan penyakit Itai-Itai serta toksikositasnya.
2. Mencegah pengunaan logam berat seperti Kadmium yang berlebihan karena Kadmium adalah salah satu logam berat yang berbahaya

1.5 Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka penulis menggunakan metode telaah pustaka. Penulis mengambil beberapa pemikiran dengan mempelajari literatur yang didapat melalui buku dan internet.

BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Kadmium
2.1.1 Sejarah
Kadmium (Cd) ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman yang bernama Friedric Strohmeyer pada tahun 1817. Logam Cd ini ditemukan dalam bebatuan Calamine (Seng Karbonat). Nama kadmium sendiri diambil dari nama latin dari “calamine” yaitu “Cadmia”.
Kadmium hampir selalu ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam bijih-bijih seng, seperti sphalerite (ZnS). Greenokcite (CdS) merupakan mineral satu-satunya yang mengandung kadmium. Hampir semua kadmium diambil sebagai hasil produksi dalam persiapan bijih-bijih seng, tembaga dan timbal. Unsur ini lunak, logam putih yang kebiru-biruan yang dapat dengan mudah dipotong dengan pisau. Hampir dalam banyak hal sifatnya mirip seng. Penanganannya harus hati-hati karena uap dari kadmium sangat berbahaya. Contohnya solder perak. Pengeksposan terhadap debu-debu kadmium tidak boleh melewati 0.01 mg/m3 (rata-rata waktu-berat selama 8 jam, 40 jam seminggu). Konsentrasi maksimum, selama 15 menit, tidak boleh melewati 0.14 mg/m3. Pengeksposan terhadap uap kadmium oksida tidak boleh melewati 0.05 mg/m3 dan konsentrasi maksimum tidak boleh melewati 0.05 mg/m3. Nilai-nilai konsentrasi di atas sedang dievaluasi kembali dan rekomendasi sementara adalah untuk mengurangi pengeksposan terhadap kadmium.

2.1.2 Kegunaan
Kadmium merupakan komponen campuran logam yang memiliki titik lebur terendah. Unsur ini digunakan dalam campuran logam poros dengan koefisien gesek yang rendah dan tahan lama. Ia juga banyak digunakan dalam aplikasi sepuhan listrik (electroplating). Kadmium digunakan pula dalam pembuatan solder, baterai Ni-Cd, dan sebagai penjaga reaksi nuklir fisi. Senyawa kadmium digunakan dalam fosfor tabung TV hitam-putih dan fosfor hijau dalam TV bewarna. Sulfat merupakan garamnya yang paling banyak ditemukan dan sulfidanya memiliki pigmen kuning. Kadmium dan solusi senyawa-senyawanya sangat beracun.

2.1.3 Sifat-sifat
• Sifat Fisik
a. Logam berwarna putih keperakan
b. Mengkilat
c. Lunak/Mudah ditempa dan ditarik
d. Titik lebur rendah

• Sifat Kimia
a. Cd tidak larut dalam basa.
b. Larut dalam H2SO4 encer dan HCl encer
Cd + H2SO4 → CdSO4 + H2
c. Cd tidak menunjukkan sifat amfoter
d. Bereaksi dengan halogen dan nonlogam seperti S, Se, P
e. Cd adalah logam yang cukup aktif
f. Dalam udara terbuka, jika dipanaskan akan membentuk asap coklat CdO
g. Memiliki ketahanan korosi yang tinggi
h. CdI2 larut dalam alcohol

2.1.4 Kesenyawaan Cd
a. Oksida Cd
Senyawa biner, oksida CdO dibentuk dengan pembakaran logamnya di udara atau dengan pirolisis karbonat atau nitratnya. Asam oksida dapat diperoleh dengan pembakaran alkil, asap cadmium oksida luar biasa beracun. Cadmium oksida warnanya beragam mulai dari kuning kehijauan sampai coklat mendekati hitam bergantung pada proses pemanasannya. Warna-warna ini adalah hasil dari keragaman jenis kerusakan kisinya. Oksida menyublim pada suhu yang sangat tinggi.

b. Hidroksida
Jika larutan garam Cd di tambah NaOH terbentuk Cd(OH)2.
Cd2+ + 2NaOH → Cd(OH)2 ↓(putih) + 2Na+
Hidroksida Cd mudah larut dalam amonia kuat berlebih membentuk kompleksamin [Cd(NH3)4]2+ .
Cd(OH)2(s) + 4NH3(aq) → [Cd(NH3)4]2+(aq) + 2OH-(aq)

c. Sulfida
Senyawa sulfida diperoleh dari interaksi langsung/pengendapan oleh H2S dari larutan aqua, larutan asam untuk CdS.
Cd + H2S → CdS +H2

d. Halida
Larutan Cd halida mengandung semua spesies Cd2+, CdX+, CdX 2+, dan CdX3 – dalam kesetimbangan.

e. Garam Okso dan Ion Aquo
Garam dari okso seperti nitrat, sulfat, sulfit, perklorat, dan asetat larut dalam air. Ion aquo bersifat asam dan larutan garamnya terhidrolisis bagi larutan Cd Yang lebih pekat, spesies yang utama adalah Cd2OH3+2Cd2+(aq) + H2O(l) → Cd2OH3+(aq) + H+.
Dengan adanya anion pengompleks, misalnya halida, spesies seperti Cd(OH)Cl atau CdNO3+ dapat diperoleh.

f. Iodida
Garam Cd dapat larut dalam KI. Jika larutan KI pekat ditambahkan pada larutan garam amoniakal terbentuk Cd(NH3)¬4I4 yang berbentuk endapan putih. CdI2 larut dalam alkohol dan digunakan dalam fotografi.

2.1.5 Keterangan Unsur
• Simbol: Cd
• Radius Atom: 1.71 Å
• Volume Atom: 13.1 cm3/mol
• Massa Atom: 112.41
• Titik Didih: 1040 K
• Radius Kovalensi: 1.41 Å
• Struktur Kristal: Heksagonal
• Massa Jenis: 8.65 g/cm3
• Konduktivitas Listrik: 14.7 x 106 ohm-1cm-1
• Elektronegativitas: 1.69
• Konfigurasi Elektron: [Kr]4d10 5s2
• Formasi Entalpi: 6.07 kJ/mol
• Konduktivitas Panas: 96.8 Wm-1K-1
• Potensial Ionisasi: 8.993 V
Titik Lebur: 594.26 K
• Bilangan Oksidasi: 2
• Kapasitas Panas: 0.232 Jg-1K-1
• Entalpi Penguapan: 99.87 kJ/mol

2.2 Toksisitas
Kadmium merupakan salah satu jenis logam logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Cadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis.
Bagi manusia, Cd sebenarnya merupakan logam asing. Tubuh sama sekali tidak memerlukannya dalam proses metabolisme. Karenanya Cd sangat beracun bagi manusia dan dapat diabsorspi tubuh dalam jumlah yang tidak terbatas, karena tidak adanya mekanisme tubuh yang dapat membatasinya.
Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan. Kadmium juga berefek pada potensial membran alga sel chara. Kadmium menyebabkan potensial membran sel chara berubah menjadi lebih negatif dibandingkan potensial membran sebelum adanya penambahan kadmium. Seiring dengan bertambahnya konsentrasi Kadmium, penurunan potensial membran menjadi semakin kecil dan potensial akhirnya menjadi semakin positif. Gejala ini kemungkinan dapat diterangkan berdasarkan peran kadmium sebagai kation divalen.
Kadmium adalah logam toksik yang umumnya ditemukan dalam pekerjaan-pekerjaan industri, logam kadmium digunakan secara intensif dalam proses electroplating. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Apabila Cd masuk ke dalam tubuh maka sebagian besar akan terkumpul di dalam ginjal, hati dan sebagian yang dikeluarkan lewat saluran pencernaan. Kadmium dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah secara langsung maupun tidak langsung lewat ginjal, sebagai akibatnya terjadi kenaikan tekanan darah.
Kadmium adalah senyawa logam yang biasa digunakan dalam baterai. Senyawa ini bisa mengakibatkan penyakit liver dan gangguan ginjal serta tulang. Senyawa yang mengandung kadmium juga mengakibatkan kanker.
Dalam industri pertambangan logam Pb dan Zn, proses pemurniannya akan selalu diperoleh hasil samping kadmium.yang terbuang kealam lingkungan. kadmium masuk kedalam tubuh manusia terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Untuk mengukur asupan kadmium kedalam tubuh manusia perlu dilakukan pengukuran kadar Cd dalam makanan yang dimakan atau kandungan Cd dalam feses.
Sekitar 5% dari diet kadmium, diabsorpsi dalam tubuh. Sebagian besar Cd masuk melalui saluran pencernaan, tetapi keluar lagi melalui feses sekitar 3-4 minggu kemudian dan sebagian kecil dikeluarkan melalui urin. Kadmium dalam tubuh terakumulasi dalam ginjal dan hati terutama terikat sebgai metalothionein. Metalotionein mengandung asam amino sistein, dimana Cd terikat dengan gugus sulfhidril (-SH) dalam enzim karboksil sisteinil, histidil, hidroksil dan fosfatil dari protein dan purin. Kemungkinan besar pengaruh toksisitas Cd disebabkan oleh interaksi antara Cd dan protein tersebut, sehingga menimbulkan hambatan terhadap aktivitas kerja enzim.
Kadmium lebih beracun bila terhisap melalui saluran pernafasan daripada saluran pencernaan. Kasus keracunan akut kadmium kebanyakan dari menghisap debu dan asap kadmium, terutama kadmium oksida (CdO). Dalam beberapa jam setelah menghisap, korban akan mengeluh gangguan saluran nafas, nausea, muntah, kepala pusing dan sakit pinggang. Kematian disebabkan karena terjadinya edema paru-paru. Apabila pasien tetap bertahan, akan terjadi emfisema atau gangguan paru-paru yang jelas terlihat.
Keracunan kronis terjadi bila memakan atau inhalasi dosis kecil Cd dalam waktu yang lama. Gejala akan terjadi setelah selang waktu beberapa lama dan kronik. Kadmium pada keadaan ini menyebabkan nefrotoksisitas, yaitu gejala proteinuria, glikosuria, dan aminoasidiuria diserta dengan penurunan laju filtrasi glumerolus ginjal. Kasus keracunan Cd kronis juga menyebabkan gangguan kardiovaskuler dan hipertensi. Hal tersebut terjadi karena tingginya afinitas jaringan ginjal terhadap Kadmium. Gejala hipertensi ini tidak selalu dijumpai pada kasus keracunan Cd krosik. Kadmium dapat menyebabkan osteomalasea karena terjadinya gangguan daya keseimbangan kandungan kalsium dan fosfat dalam ginjal.

BAB III
Pembahasan
Penyakit itai-itai ( イタイイタイ病 /ouch ouch sickness) adalah kasus massal keracunan kadmium yang didokumentasikan di Prefektur Toyama, Jepang. Keracunan kadmium ini menyebabkan pelunakan tulang dan gagal ginjal. Nama penyakit ini berdasarkan kata dalam bahasa Jepang yaitu nyeri (痛いitai) yang disebabkan pada persendian dan tulang belakang. Istilah penyakit itai-itai ini diciptakan oleh penduduk setempat. Kadmium ini dicemarkan ke sungai oleh pertambangan perusahaan-perusahaan di pegunungan. Perusahaan pertambangan tersebut telah dituntut atas kerusakan dan kerugian yang terjadi. Penyakit itai-itai ini dikenal sebagai salah satu dari Empat Besar Penyakit akibat Pencemaran Jepang.

3.1 Penyebab
Penyakit itai-itai disebabkan oleh keracunan kadmium akibat pertambangan di Prefektur Toyama. Pertambangan emas di daerah ini merupakan catatan pertambangan awal pada 710. Pertambangan reguler unuk perak dimulai pada tahun 1589, dan tidak lama kemudian, pertambangan untuk timah, tembaga, dan seng pun juga dimulai. Meningkatnya permintaan terhadap bahan baku selama Perang Rusia-Jepang dan Perang Dunia I, serta teknologi pertambangan baru dari Eropa, meningkatkan output dari pertambangan, menempatkan Kamioka Pertambangan di Toyama terkenal pada pertambangan kelas atas. Produksi meningkat bahkan lebih sebelum Perang Dunia II. Dimulai pada tahun 1910 dan terus berlanjut sampai 1945, kadmium dirilis dalam jumlah yang signifikan oleh operasi pertambangan, dan penyakit itai-itai ini pertama kali muncul sekitar tahun 1912. Sebelum Perang Dunia II, pertambangan yang dikendalikan oleh Mitsui Mining dan Smelting Co, Ltd, meningkat untuk memenuhi permintaan masa perang. Hal ini kemudian meningkatkan pencemaran Sungai Jinzu dan anak-anak sungainya. Sungai ini digunakan terutama untuk pengairan sawah, tetapi juga untuk air minum, mencuci, memancing, dan kegunaan lain oleh penduduk hilir.
Akibat keracunan kadmium, ikan di sungai mulai mati, dan beras irigasi dengan air sungai tidak tumbuh dengan baik. Kadmium dan logam berat lainnya terakumulasi di dasar sungai dan di air sungai. Air ini kemudian digunakan untuk mengairi sawah. Beras menyerap logam berat, terutama kadmium. Kadmium pun akhirnya terakumulasi dalam tubuh orang-orang yang memakan nasi yang terkontaminasi.
Penduduk mengeluh kepada Mitsui Mining and Smelting tentang polusi yang terjadi. Perusahaan membangun sebuah bak untuk menyimpan air limbah pertambangan sebelum dilepas ke dalam sungai. Hal ini sudah terlambat karena sudah banyak orang yang sakit menjadi korban. Penyebab keracunan tidak dapat dipahami dan, hingga 1946, penyakit ini hanya dianggap sebagai penyakit lokal atau jenis infeksi bakteri.
Tes medis dimulai pada tahun 1940-an dan 1950-an, untuk mencari penyebab penyakit tersebut. Awalnya, hal ini diduga sebagai akibat keracunan dari pertambangan di hulu. Hanya pada tahun 1955 Dr Hagino dan rekan-rekannya mulai mencurigai kadmium sebagai penyebab penyakit itai itai ini. Prefektur Toyama juga memulai penyelidikan pada tahun 1961, untuk menentukan bahwa Mitsui Mining and Pertambangan Smelting's Kamioka yang menyebabkan polusi yang terburuk hingga wilayah 30 km hilir dari tambang. Pada tahun 1968 Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan mengeluarkan pernyataan tentang gejala-gejala penyakit itai-itai yang disebabkan oleh keracunan kadmium.
Penurunan kadar kadmium dalam air mengurangi jumlah korban penyakit ini, sehingga tidak ada lagi korban baru tercatat sejak 1946. Korban dengan gejala yang terburuk berasal dari Prefektur Toyama, namun ternyata pemerintah menemukan korban di lima prefektur lain.
Sekarang tambang masih beroperasi dan tingkat polusi kadmium pun tetap tinggi, meski perbaikan gizi dan perawatan medis telah mengurangi epidemi penyakit itai-itai.


3.2 Gejala
Salah satu efek utama yang ditimbulkan dari keracunan kadmium adalah lemah dan rapuh tulang. Umumnya tulang belakang dan kaki sakit, dan gaya berjalan pincang karena cacat tulang yang disebabkan oleh kadmium. Rasa sakit kemudian melemahkan, dengan patah tulang yang lebih umum dibandingkan tulang yang melemah. Komplikasi lain yang tejadi adalah batuk, kanker, anemia, dan gagal ginjal, yang kemudian menyebabkan kematian.
Penderita penyakit ini banyak terjadi pada wanita pascamenopause. Penyebabnya belum sepenuhnya dapat dipahami, dan kemudian diselidiki. Hingga penelitian akhirnya menemukan bahwa hal ini berhubungn dengan gizi umum, serta metabolisme kalsium yang miskin yang berkaitan dengan usia perempuan.
Penelitian terhadap hewan telah menunjukkan bahwa keracunan kadmium saja tidak cukup untuk menimbulkan gejala penyakit itai-itai. Penelitian ini menunjukkan kerusakan mitokondria sel ginjal oleh kadmium sebagai faktor kunci dari penyakit ini.

3.3 Aksi Hukum
Dua puluh sembilan penggugat, yang terdiri dari sembilan korban penderita dan 20 anggota keluarga korban, menggugat Pertambangan dan Smelting Mitsui Co pada tahun 1968 di pengadilan Prefektur Toyama. Pada Juni 1971, pengadilan menetapkan Pertambangan dan Smelting Mitsui Co bersalah. Perusahaan pun mengajukan banding ke Pengadilan Distrik Nagoya di Kanazawa, tapi banding ditolak pada bulan Agustus 1972. Pertambangan Mitsui dan Smelting Co setuju untuk membayar biaya perawatan medis para korban; membiayai pemantauan kualitas air yang dilakukan oleh penduduk; dan membayar kerugian para korban akibat penyakit itai-itai.
Orang-orang menjadi korban dari penyakit itai-itai harus menghubungi Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang untuk membuat klaim mereka dinilai. Banyak korban yang tidak puas dengan tindakan pemerintah dan menuntut perubahan dalam prosedur resmi. Hal ini menyebabkan pemerintah mengkaji kembali kriteria untuk mengenali seorang korban secara hokum dan menilai kembali pengobatan penyakit yang dilakukan.
Seseorang dianggap sebagai penderita penyakit itai-itai jika dia tinggal di daerah yang terkontaminasi, memiliki disfungsi ginjal, pelunakan tulang, tetapi tidak memiliki masalah dengan jantung. 184 korban telah diakui secara hukum sejak tahun 1967, 54 di antaranya diakui dalam periode 1980-2000. Tambahan 388 orang telah diidentifikasi sebagai calon korban, yaitu mereka yang belum secara resmi belum diperiksa. 15 korban lagi tercatat masih hidup pada tahun 1993.

3.4 Kerugian Ekonomi
Polusi kadmium telah mngontaminasi banyak daerah-daerah pertanian. Pencemaran logam berat telah mengontaminasi banyak wilayah di Jepang, sehingga Pencegahan Kontaminasi Tanah dalam Undang-Undang Lahan Pertanian tahun 1970 kemudian diresmikan. Survei di Prefektur Toyama dimulai pada tahun 1971 dan pada 1977, 1500 hektar tanah di sepanjang sungai Jinzu dilakukan pemulihan. Petani yang menjadi korban mendapatkan kompensasi atas kerugian rusaknya tanaman sebagaimana kerugian produksi yang diakibatkan oleh Mitsui Mining and Smelting, Prefektur Toyama, dan pemerintah nasional. Kemudian pada 1992 hanya 400 hektar tanah yang masih terkontaminasi.
Pada tahun 1992, rata-rata pengeluaran kompensasi kesehatan per tahun dalah 743 juta yen. Kerusakan pertanian dikompensasi dengan 1.75 miliar yen per tahun, atau total per tahun 2.518 miliar yen. 620 juta yen yang lain diinvestasikan setiap tahun untuk mengurangi polusi lebih lanjut dari sungai.

BAB IV
Penutup
Penyakit itai-itai merupakan penyakit yang diakibatkan oleh keracunan cadmium akibat penambangan oleh Mitsui Mining dan Smelting Co, Ltd di Prefektur Toyama, Jepang pada tahun 1912. Selama beberapa decade, penyakit ini tidak diketahui apa penyebabnya dan hanya dianggap sebagai penyakit lokal biasa.
Pada tahun 1940an – 1950an diadakan tes medis untuk mencari tahu penyebab pasti dari penyakit ini dan awalnya kesimpulan terletak pada penyakit ini adalah akibat dari pertambangan di hulu. Pada 1955, baru dicurigai bahwa limbah logam berat kadmium yang menjadi penyebab dari penyakit ini.
Gejala dari penyakit ini adalah sakit pada kaki dan tulang belakang yang kemudian menyebabkan pelunakan tulang. Komplikasi pada penyakit ini adalah terjadi batuk, kanker, anemia, dan gagal ginjal, yang kemudian menyebabkan kematian.
Penyelesaian secara hukum pun dilakukan untuk menuntut tanggung jawab terhadap Mitsui Mining dan Smelting Co, Ltd yang diakhiri dengan pemberian kompensasi terhadap semua kerugian yang terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Februari 2010, Cadmium, http://en.wikipedia.org/wiki/Cadmium , diakses 18 Februari 2010.

Anonim, Januari 2010, Cadmium Poisoning, http://en.wikipedia.org/wiki/Cadmium_poisoning , diakses 19 Februari 2010.

Anonim, Februari 2010, Itai-Itai Disease, http://en.wikipedia.org/wiki/Itai-itai_disease , diakses 18 Februari 2010.

Anonim, Februari 2010, Kadmium (Cd) (Tinjauan Literatur),
http://smk3ae.wordpress.com/2008/05/25/kadmium-cd-tinjauan-literatur/ diakses tanggal 18 Februari 2010

Anonim, Februari 2010, 4 Pencemaran Lingkungan terburuk sepanjang sejarah Dunia, http://www.kaskus.us/showthread.php?p=167096468&posted=1 diakses tanggal 18 Februari 2010

Anonim, 20 Oktober 2006, Kadmium http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/kadmium/ diakses tanggal 18 Februari 2010

Anonim, 12 Mei 2008, HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA_ Cadmium_files http://himdikafkipuntan.blogspot.com/2008/05/cadmium.html, diakses tanggal 19 Februari 2010

Tugas Biogeokimia "KALIUM"

KALIUM

Sejarah
(Inggris, potasium; Latin, kalium, Arab, qali, alkali). Ditemukan oleh Davy pada tahun 1807, yang mendapatkannya dari caustic potash (KOH). Ini logam pertama yang diisolasi melalui elektrolisis. Dalam bahasa Inggris, unsur ini disebut potassium.

Sumber
Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut.
Mineral-mineral tertentu, seperti sylvite, carnalite, langbeinite, dan polyhalite ditemukan di danau purba dan dasar laut yang membentuk deposit dimana kalium dan garam-garamnya dengan mudah dapat diambil. Kalium ditambang di Jerman, negara bagian-negara bagian New Mexico, California, dan Utah. Deposit besar yang ditemukan pada kedalaman 3000 kaki di Saskatchewan, Kanada diharapkan menjadi tambang penting di tahun-tahun depan.
Kalium juga ditemukan di samudra, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit ketimbang natrium.

Produksi
Kalium tidak ditemukan tersendiri di alam, tetapi diambil melalui proses elektrolisis hidroksida. Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi kalium dari senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na.

Kegunaan
Permintaan terbanyak untuk kalium adalah untuk pupuk. Kalium merupakan bahan penting untuk pertumbuhan tanaman dan ditemukan di banyak tanah. Campuran logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai media perpindahan panas. Banyak garam-garam kalium seperti hidroksida, nitrat, karbonat, klorida, klorat, bromida, ioda, sianida, sulfat, kromat dan dikromat sangat penting untuk banyak kegunaan.

Unsur Hara Makro : Kalium (K)

Nama pupuk : KCL, ZK, Kalium Majemuk dll.

Fungsi Kalium :
• Pembentukan protein dan karbohidrat
• Membantu membuka dan menutup stomata
• Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit tanaman dan serangan hama
• memperluas pertumbuhan akar tanaman
• Efisiensi penggunaan air (ketahanan pada masa kekeringan)
• Memperbaiki ukuran dan kwalitas buah pada masa generatif dan menambah rasa manis/enak pada buah
• Memperkuat tubuh tanaman supaya daun, bunga dan buah tidak mudah rontok.
Gejala kekurangan Kalium :
• Daun terlihat lebih tua, mengerut keriting dan timbul bercak-bercak merah coklat lalu kering dan mati
• Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek dan tidak tahan simpan (cepat busuk)
• Kematangan buah terhambat, ukuran kecil dan mudah rontok
• Batang dan cabang lemah mudah rebah
• Biji buah menjadi kempes mengkerut

Sifat-sifat
Unsur ini sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam. Kecuali litium, kalium juga logam yang sangat ringan. Kalium sangat lunak, dan mudah dipotong dengan pisau dan tampak keperak-perakan pada permukaan barunya. Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam kerosene (minyak tanah). Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah terbakar pada air. Kalium dan garam-garamnya memberikan warna ungu pada lidah api.

Isotop
17 isotop kalium telah diketahui. Kalium normal mengandung 3 isotop, yang satu pada 40 derajat Kelvin (.0118%) merupakan isotop radioaktif dengan paruh waktu 1.28 x 109 tahun.

Penanganan
Radioaktivitas yang ada pada kalium tidak terlalu berbahaya.

Keterangan Unsur:
o Simbol: K
o Radius Atom: 2.35 Å
o Volume Atom: 45.3 cm3/mol
o Massa Atom: 39.0983
o Titik Didih: 1033 K
o Radius Kovalensi: 2.03 Å
o Struktur Kristal: bcc
o Massa Jenis: 0.86 g/cm3
o Konduktivitas Listrik: 16.4 x 106 ohm-1cm-1
o Elektronegativitas: 0.82
o Konfigurasi Elektron: [Ar]4s1
o Formasi Entalpi: 2.33 kJ/mol
o Konduktivitas Panas: 102.5 Wm-1K-1
o Potensial Ionisasi: 4.341 V
o Titik Lebur: 336.8 K
o Bilangan Oksidasi: 1
o Kapasitas Panas: 0.757 Jg-1K-1
o Entalpi Penguapan: 76.9 kJ/mol

Sumber:
http://bhobob.ngeblogs.com/2010/01/01/kalium/ diakses tanggal 24 Februari 2010 03.45
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/kalium/ diakses tanggal 24 Februari 2010 03.22
http://q-mia.110mb.com/materi_kimia/kalium/ diakses tanggal 24 Februari 2010 03.46



Artikel KALIUM

Kalium Atur Keseimbangan Elektrolit Tubuh

Senin, 7 Juli 2008 | 22:03 WIB

KALIUM sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, kata Dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, MS, ahli nutrisi dari Semanggi Specialist Clinic. Kalium juga dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya.
Potasium ditemukan di hampir seluruh tubuh dalam bentuk elektrolit dan banyak terdapat pada saluran pencernaan. Sebagian besar kalium tersebut berada di dalam sel, sebagian lagi terdapat di luar sel. Mineral ini akan berpindah secara teratur dari dan keluar sel, tergantung kebutuhan tubuh.

Di dalam tubuh, kalium biasanya bekerja sama dengan sodium atau natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan tubuh. Keseimbangan ini dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dari makanan dan jumlah kalium yang dibuang.

Cukup mudah memperoleh kalium dari makanan sehari-hari. Kalium banyak ditemukan pada jeruk, pisang, kentang, alpukat, bayam, tomat, daging, susu, dan kacang-kacangan. Orang sakit yang kurang konsumsi makanan melalui mulut, tentunya asupan kalium akan berkurang pula.

Dalam keadaan normal, organ ginjal berperan menyesuaikan antara asupan dan jumlah kalium yang dibuang tubuh. Sebagian besar kalium dibuang melalui urin, walaupun ada juga yang keluar bersama tinja.

Penggunaan Pencahar
Dijelaskan Dr. Samuel, kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Bila kurang dari itu dibilang kekurangan kalium atau dikenal dengan istilah hipokalemia. “Orang jarang kekurangan kalium,” kata Dr. Samuel.
Olahragawan membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat. Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium yang keluar akibat proses diuretik. Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini.
Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah terlalu rendah, biasanya karena ginjal tidak berfungsi normal atau terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan akibat diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu lama, atau polip di usus besar.
Ginjal juga mengeluarkan banyak kalium pada orang yang mengonsumsi sejumlah besar kayu manis atau mengunyah tembakau. Kalium bisa hilang lewat air kemih karena beberapa alasan. Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat diuretik yang menyebabkan ginjal membuang natrium, air, dan kalium dalam jumlah berlebihan.
Obat-obatan seperti insulin dan obat asma jenis albuterol, terbutalin, dan teofilin bisa meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan hipokalemia. Namun, pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya hipokalemia.

Mudah lelah
Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Kondisi yang lebih berat dapat mengakibatkan kelemahan fungsi otot dan tubuh mudah lelah. Kelemahan otot biasanya terjadi pada otot kaki dan tangan, tetapi kadang juga mengenai otot mata, otot pernapasan, dan otot untuk menelan. Kedua keadaan terakhir ini dapat berakibat fatal. Kondisi lemah otot ini dialami Rianti, yang sering kram di kaki jika terlalu banyak beraktivitas. “Pernah sampai lumpuh,” kata gadis 24 tahun ini.
Oleh dokter ia disarankan banyak makan pisang. “Sekarang aku tak bisa jauh dari pisang,” ujarnya. Pada kondisi hipokalemia parah, sistem saraf juga mengalami gangguan dalam mengantarkan rangsangan. “Yang lebih parah, meskipun jarang terjadi, hipokalemia dapat menyebabkan masalah serius seperti detak jantung tak beraturan hingga berhentinya detak jantung,” imbuh Dr. Samuel.
Beberapa penelitian menyebutkan, orang yang kekurangan potasium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke. Kurang asupan kalium mudah digantikan dengan mengonsumsi makanan sumber kalium atau garam kalium (kalium klorida) dengan cara ditelan (oral). Pengobatan oral ini lebih mudah, tetapi karena kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, hanya diberikan dalam dosis kecil. Pemberian 40-60 mEq dapat menaikkan kadar kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, sedangkan 135-160 mEq dapat menaikkan kalium 2,5-3,5 mEq/L.
Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi. Konsentrasi kalium dalam darah orang dengan hipokalemia berat ini mesti diperiksa ulang secara periodik. Bila kondisi membaik, jenis pengobatan dapat diubah.
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/22035499/kalium.atur.keseimbangan.elektrolit.tubuh diakses tanggal 24 Februari 2010 03.25

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,5826.0.html?PHPSESSID=7b5332809dfb3d2c3100363c0bf81731 diakses tanggal 24 Februari 2010 03.25


PENGATURAN KADAR KALIUM
Kalium memiliki peranan penting dalam metabolisme sel serta dalam fungsi sel saraf dan otot.
sebagian besar kalium terdapat di dalam sel.

Konsentrasi kalium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan masalah yang serius, seperti irama jantung yang abnormal atau henti jantung.
Kalium yang disimpan di dalam sel membantu memelihara konsentrasi kalium dalam darah tetap konstan.

Keseimbangan kalium dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dalam makanan dan jumlah kalium yang dibuang. Sebagian besar kalium dibuang melalui air kemih, walaupun ada beberapa yang dibuang melalui tinja.

Dalam keadaan normal, ginjal menyesuaikan pembuangan kalium agar seimbang dengan asupan kalium melalui makanan.
Beberapa obat dan keadaan tertentu menyebabkan kalium berpindah ke dalam atau keluar sel; dan hal ini mempengaruhi konsentrasi kalium dalam darah.

Sumber kalium:
- tambahan kalium
- garam potasium
- pisang
- tomat
- jeruk
- melon
- kentang
- kacang-kacangan
- bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya
- kacang-kacangan

Sumber: http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,5826.0.html?PHPSESSID=7b5332809dfb3d2c3100363c0bf81731


SIKLUS KALIUM PADA TANAH
Kerak bumi mempunyai kandungan kalium rata-rata sebesar 2,6 %.
Bahan induk dan tanah-tanah muda dapat dengan mudah berisi kalium sebesar 40.000 - 50.000 kg per hektar irisan alur.

Selama pelapukan,
ion kalium K+ dilepaskan ke dalam larutan tanah.
Tanaman mengabsorbsi kalium sebagai K+ (terutama dalam larutan tanah) dengan sejumlah kecil K+ terdapat dalam larutan tanah.
Diatas beberapa ratus kilogram dalam irisan bajak seluas 1 hektar terdapat pertukaran kation pada sebagian besar mineral tanah.

Suatu kesetimbangan juga terjadi diantara kalsium tertukar dan kalium terikat.
Fiksasi terjadi oleh perpindahan K+ dalam posisi kosong kisi-kisi Hydrous mika ketika K+ telah dipindahkan oleh pelapukan.

Pelapukan dimulai pada tepi partikel mineral dan kemudian masuk kedalam.
Sepanjang tepi tersebut diatas kalium terlapuk akan meninggalkan ruang kosong berupa kisi-kisi.
Sementara itu bagian dalam partikel tetap segar dan tidak terlapuk.
Kalium sepanjang tepi akan memindahkan penghubung kalium yang menahan lapisan kristal yang berdekatan bersama lapisan-lapisan terpisah atau tersebar sepanjang tepi.

Sumber:
http://id.answers.yahoo.com/dir/index;_ylt=ApVGFiU7UN5K5Q6lbbvj9kJrbBV.;_ylv=3?sid=396545400&link=list diakses tanggal 24 Februari 2010 03.50


KALIUM DI LAUT
Dalam air laut, jumlah Kalium jauh lebih sedikit daripada jumlah Natrium, tetapi di dalam batuan endapan jumlah Kalium lebih banyak dibandingkan jumlah Natrium. Bukti tertentu menjelaskan bahwa sel-sel kehidupan bertanggung jawab terhadap pengambilan Kalium dari laut dalam jumlah besar. Organisme-organisme laut mengabsorpsi Kalium ke dalam sel-sel tubuh mereka. Apabila organisme-organisme ini mati, mereka akan menyatu dengan batu-batuan di dasar laut bersama Kaliumnya.
KALIUM PADA MAKHLUK HIDUP
Apabila kadar Kalium darah meningkat lebih dari 3-4 kali nilai normal, maka denyut jantung akan terhenti. Peningkatan sedikit lagi akan mengakibatkan saraf berhenti menyampaikan impuls-impuls listrik dan otot-otot menjadi lumpuh. Apabila 6% saja dari Kalium di dalam sel dibiarkan terlepas dengan cepat ke dalam rongga luar sel, maka organisme akan segera mati. Untunglah hal itu tidak terjadi dalam keadaan normal. Pengendalian kesetimbangan ion Na-K dibantu oleh adanya pompa ion yang beroperasi. ATP menarik kembali ion K yang keluar dari sel. Kadar ion K di luar sel pada tumbuhan relatif lebih tinggi daripada kadar ion K dalam sel hewan. Unsur Kalium juga diperlukan untuk proses fotosintesis.

Kalium merupakan ion bermuatan positif (kation) utama yang terdapat di dalam cairan intrasellular (ICF) dengan konsentrasi ±150 mmol/L. Sekitar 90% dari total kalium tubuh akan berada di dalam kompartemen ini. Sekitar 0.4% dari total kalium tubuh akan terdistribusi ke dalam ruangan vascular yang terdapat pada cairan ekstraselular dengan konsentrasi antara 3.5-5.0 mmol /L. Konsentrasi total kalium di dalam tubuh diperkirakan sebanyak 2g/kg berat badan. Namun jumlah ini dapat bervariasi bergantung terhadap beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur dan massa otot (muscle mass). Kebutuhan minimum kalium diperkirakan sebesar 782 mg/hari. Di dalam tubuh kalium akan mempunyai fungsi dalam menjaga keseimbangan cairan-elektrolit dan + + keseimbangan asam basa. Selain itu, bersama dengan kalsium (Ca ) dan natrium (Na ), kalium akan berperan dalam transmisi saraf, pengaturan enzim dan kontraksi otot. Hampir sama dengan natrium, kalium juga merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh. Setiap kelebihan kalium yang terdapat di dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin serta keringat

Tugas Tidak Resmi

Konversi PPM, PPB dan mg/L
PPM (Part per Million) adalah “Bagian per Sejuta Bagian” adalah satuan konsentrasi yang sering dipergunakan dalam cabang Kimia Analisa.

PPB (Part per Billion) adalah ”Bagian per Semilyar Bagian” adalah satuan untuk mengukur konsentrasi suatu kontaminan dalam tanah. Ppb juga kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan konsentrasi kecil dalam air.

Mg/L (Miligram per Liter) adalah satuan untuk pengukuran konsentrasi massa (kimia) yang menunjukkan berapa banyak gram dari suatu zat yang ada dalam satu liter dari cairan atau campuran gas.

milligram/liter = ppm
microgram/liter = ppb

ppm * 1000 = ppb
ppb / 1000 = ppm

1 ppb = 0.001 ppm
1 ppm = 1000 ppb

1 mg/L = 1 PPM
1 ug/L = 1 PPB

1 PPM = 1000 PPB = 1000 000 PPT
mg/kg = microg/Kg = nanog/Kg


TABLE 12: Table 12. Percentage, ppm, and ppb Conversions

Ppm ppb Percentage
0.001 1 0.0000001
0.01 10 0.000001
0.1 100 0.00001
1 1,000 0.0001
10 0.001
100 0.01
1,000 0.1
10,000 1
Other useful conversions: 1 mg/kg = 1 ppm 1 g/ton = 1.1 ppm 100 g/ton = 110 ppm


1,000,000 ppm = 100 %
100,000 ppm = 10 %
10,000 ppm = 1 %
1000 ppm = 0.1 %
100 ppm = 0.01 %
10 ppm = 0.001 %
1 ppm = 0.0001 %


1000 ppb = 1 ppm
100 ppb = 0.1 ppm
10 ppb = 0.01 ppm
1 ppb = 0.001 ppm


1000 ppt = 0.001 ppm
100 ppt = 0.0001 ppm
10 ppt = 0.00001 ppm
1 ppt = 0.000001 ppm


1000 ppt = 1 ppb
100 ppt = 0.1 ppb
10 ppt = 0.01 ppb
1 ppt = 0.001 ppb
Conversion of parts per million (ppm) to microgram / milliliter

Sumber :
http://belajarkimia.com/definisi-ppm-part-per-million-atau-bagian-per-sejuta-bagian
http://en.wikipedia.org/wiki/Gram_per_litre
http://forum.onlineconversion.com/forumdisplay.php?f=13
http://en.wikipedia.org/wiki/partspernotation
http://www.merckvetmanual.com/mvm/htm/present/mvm_meriallink.htm
http://www.scottecatalog.com/ScottTec.nsf/74923c9ec562a6fb85256825006eb87d/79ab7a1827b36ff6852569a7005270c3?OpenDocument
di akses tanggal 18 Februari 2010


DDT
DDT atau Dichloro-Diphenyl-Trichloroethane adalah salah satu yang dikenal pestisida sintetis.DDT (dichlorodiphenyltrichloroethane) adalah sebuah organochlorine insektisida digunakan untuk mengendalikan nyamuk dan serangga lain. DDT sangat beracun,dan bioaccumulates di banyak hewan ke tingkat besar.
Synthesized pertama di 1874, DDT's insecticidal properti tidak ditemukan sampai 1939. Dalam paruh kedua Perang Dunia II, telah digunakan dengan dampak yang luar biasa di antara kedua-dua penduduk sipil dan militer untuk mengendalikan penyebaran nyamuk malaria dan kutu transmisi tipus, mengakibatkan penurunan dramatis dalam insiden kedua penyakit. Swiss chemist Paul Hermann Müller dari Geigy Pharmaceutical dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Physiology Pengobatan atau di 1948 "untuk penemuan tingginya efisiensi DDT sebagai racun kontak terhadap beberapa arthropods." Setelah perang, DDT telah tersedia untuk digunakan sebagai insektisida pertanian, dan segera produksinya dan menggunakan skyrocketed.
Pada tahun 1962, Silent Spring oleh American biologi Rachel Carson telah diterbitkan. Buku di katalog lingkungan dampak dari sembarangan penyemprotan DDT di Amerika Serikat dan pertanggungjawaban logika melepaskannya dari banyak bahan kimia ke dalam lingkungan tanpa sepenuhnya pemahaman mereka terhadap ekologi atau kesehatan manusia. Buku yang disarankan DDT dan pestisida dapat menyebabkan kanker dan pertanian yang mereka gunakan merupakan ancaman bagi satwa liar, terutama burung. Publikasi-nya adalah salah satu tanda tangan dalam peristiwa kelahiran gerakan lingkungan hidup. Diam Spring menghasilkan besar masyarakat yang gaduh akhirnya menyebabkan paling pantas atas DDT yang dilarang di AS pada 1972. DDT kemudian dilarang digunakan untuk pertanian di seluruh dunia di bawah Konvensi Stockholm, namun terbatas dalam menggunakan penyakit vector kontrol terus hari ini di beberapa belahan dunia dan tetap kontroversial.
Seiring dengan petikan dari Endangered Species Act, Amerika Serikat pada ban DDT adalah dikutip oleh para ilmuwan sebagai faktor utama dalam cerdas dari bald eagle berdampingan di Amerika Serikat.

Properti dan kimia
DDT adalah insektisida organochlorine, mirip dalam struktur ke dicofol dan pestisida methoxychlor. Ini adalah sangat hydrophobic, warna, kristal kuat dengan yang lemah, bau kimia. Yg tdk dpt ia hampir dalam air tetapi kelarutan yang baik di sebagian besar larutan organik, Fats, dan minyak. DDT tidak terjadi secara alami, namun yang dihasilkan oleh reaksi dari khloral (CCl3CHO) dengan chlorobenzene (C6H5Cl) di hadapan sulfuric acid, yang bertindak sebagai katalisator. DDT nama dagang yang telah dipasarkan di bawah termasuk Anofex, Cezarex, Chlorophenothane, Clofenotane, Dicophane, Dinocide, Gesarol, Guesapon, Guesarol, Gyron, Ixodex, Neocid, Neocidol, dan Zerdane.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/DDT
di akses tanggal 18 Februari 2010


Global Warming
Penyebab Global Warming:
1. Hutan gundul sehingga kandungan co2 diudara lebih banyak dari pada o2
2. Polusi udara baik dari kendaraan bermotor maupun pabrik2
3. Penggunaan listrik yang ga perlu sehingga dapat menyebabkan pertambahan panas
4. Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. "Global Warming,"sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

5.Efek umpan balik

Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.[3]

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.[5]

6.Variasi Matahari
Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,[7] yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.[8][9]

Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.[10] Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.[11] Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.[12][13] Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://id.answers.yahoo.com/dir/index;_ylt=AsGxSUIrRMmtugu.oL21xw76eRh.;_ylv=3?sid=2115500306&link=list
di akses tanggal 18 Februari 2010